MENULIS DAN MELEMPAR
BOLA
By Muhammad Fachrul Ryannor
Setelah sebentar bercanda kepada
kawan – kawan yang mau berangkat ke bioskop. Lelaki tinggi besar tak berbaju
itu meletakan kotak rokok dan handphone di atas meja. Di saung kantor WALHI Kalteng ia mencoba berbincang kecil tentang tulisan.
“Katanya ali, hari ini kalian ada
rapat ?”, Fandi bertanya, ia duduk di hadapanku sambil menghakimi sebatang
rokok dengan isapan. Lelaki yang
tercatat sebagai Manager advokasi Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalimantan
Tengah itu duduk di atas meja dan coba
membuka sebuah obrolan kecil diantara kami yang tadinya hanya diam.
“Nggak jadi, ntar aja, nunggu ali
datang, soalnya cuma tinggal kami berempat yang mudah di konsolidasikan”. Kataku membalas sambil sedikit terpejam menikmati
isapan sebatang rokok dan menyemburnya pelan dan menjelaskan sedikit keadaan
terkini organisasiku. Ku ketuk batang asbak membuang abu rokok dan melihatnya
menerawang seperti akan melancarkan kata – kata lagi.
“Tulisan itu bagus mank,
setidaknya kamu bias buat untuk disebarkan di kampus – kampus”. Aku terdiam dan
menantikan lanjutannya sambil sama – sama kami menikmati sebatang rokok.
”Minimal kamu bisa membentuk
opini mereka dulu, harapanya itu akan menjadi obrolan hangat di kampus”,
lanjutnya, ia mencoba memberikan dorongan untukku mengembangkan tulisan tentang
permasalahan – permasalahan di kampus. Aku masih diam dan sesekali mengangguk.
“Nah setelah itu kamu bisa lihat
siapa saja atau kelompok mana saja yang berpotensi direkrut, ibarat kamu
melempar bola terserah mereka mau menyambut atau melemparnya lagi ke yang lain”.
Terangnya sambil membunuh rokok yang baranya telah mendekati filternya ke dalam
tubuh asbak. Aku hanya diam, terlihat bahasan tadi berakhir sampai di situ.
“Eh bagaimana kalau besok malam
kita ke tangkiling dan nginap di sana, kita ajak juga Rajulan dan lain – lain,
kita bisa adakan diskusi di sana”. Aku yang sedang memandang Layar laptop dan
sesekali melirik ke arahnya mencoba membuka alir perbincangan baru.
“Bisa juga..” katanya menjawab
dan kemudian ia beranjak menuju ke dalam kantor. Lalu aku kembali fokus kepada
Laptopku dan mencoba memulai tulisan ini.
Palangkaraya, 28 Maret 2013.

0 comments:
Post a Comment