Puisi: KHAYALAN


KHAYALAN

Satu Ketika Aku Berkhayal,
Menunggangi Mercy Menuju Villaku Yang Begitu Mewah,
Membeli Setiap Keinginan, Jalan - Jalan Hingga Ke Jerman,
Kuliah Di Oxford dan Saksikan Premier League Di Akhir Pekan,

Satu Ketika Aku Berkhayal,
Menikmati Segelas Teh pagi Sambil Membaca Koran,
Mengagumi Kesuksesan dan Rekening Milyaran,
Setiap Malam Mabuk Dengan Wanita - Wanita Bayaran,

Namun, Tiba - Tiba Lamunanku Buyar,
Ada Bocah Kecil Di Balik layar,
Tanpa Pendidikan Ia Dengan Asongannya Berjaja,
Dibalik Angkuhnya Tembok Sekolah,

Dan Kulihat Teman - Temanku Di Desa,
Duduk Di Persimpangan Pagi Jam Lima,
Dengan Alat Seadanya Menjadi Buruh Para Penguasa,
Disaat Aku Dipusingkan Mau Kuliah Kemana,

Sekalinya Aku Berkerut Dahiku,
Berfikir Tentang Jutaan Petani Yang Sedikit Tanahnya,
Sedangkan Segelintir Pengusaha Begitu Berkuasa,
Dan Pemuda - Pemuda Masih Bingung Memburu Kerja,

Satu Ketika Aku Berkhayal,
Namun, Tiba - Tiba Lamunanku Buyar,
Dan Kulihat Teman - Temanku Di Desa,
Sekalinya Aku Berkerut Dahiku....

Palangkaraya, 26 April 2013. Muhammad Fachrul Ryannor

Penulis : Amank ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Puisi: KHAYALAN ini dipublish oleh Amank pada hari Thursday, 25 April 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Puisi: KHAYALAN
 

0 comments:

Post a Comment

Umur Bukan Rintisan Angka, Tapi Ukiran Aksara....