Mengupas Rupiah dari Kulit Gemor


Mengupas Rupiah dari Kulit Gemor
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor

Proses Pengeringan Kulit Gemor
Berburu kulit gemor merupakan salah satu mata pencaharian yang digeluti oleh warga Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangkaraya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kulit Pohon Gemor sering didapatkan dari hutan di sekitar  Kecamatan Sebangau itu biasanya dikumpulkan oleh warga untuk kemudian di jual kepada pengepul .

Titi (45) sejak tahun 1989 sudah menggeluti pekerjaan tersebut. Dalam wawancara (29/3/2013) di rumahnya lelaki tersebut menjelaskan biasanya ia menggunakan kelotok menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam dari Kereng Bangkirai dan sekitar 20 hari berada di hutan lokasi untuk berburu kayu tersebut.

Titi juga menjelaskan bahwa mencari kulit gemor selain dapat memenuhi  kebutuhan hidup keluarganya, mencari kulit gemor juga tidak merusak lingkungan. Menurut beliau menebang sebatang pohon gemor akan membuat sisa batangnya tumbuh hingga 2-3 batang baru. Proses tumbuhnya pun lebih cepat daripada pohon gemor yang tumbuh dari bibit.

Namun, mencari kulit gemor tidak bisa dilakukan sepanjang tahun. Setiap bulan 7, atau pada saat sungai surut mereka tidak bisa berangkat mencari kulit gemor, sebagai gantinya mereka biasanya hanya mencari ikan. Selain  itu jarak yang ditempuh juga sangat jauh dari Kereng Bangkirai. Sebenarnya di seberang Kereng Bangkirai ada Hutan, namun disana ada kanal – kanal yang terdapat bendungan – bendungan milik taman nasional Sebangau sehingga tidak dapat diakses oleh para pencari kulit gemor.

Kepada pengepul, kulit gemor yang sudah dijemur dan dikumpulkan dalam karung kemudian di jual dengan kisaran harga Rp. 6.500 – Rp. 12.000 per Kilogram. Pada saat ini Titi hanya mampu menjual Rp. 6.500 per Kilogram kepada pengepul. Harga yang sangat miring tersebut katanya disebabkan stock kulit gemor yang menumpuk di pengepul. Titi sedikit kecewa, karena menurutnya hal tersebut hanya merupakan alasan dan permainan dagang para pengepul. Lelaki tersebut berharap kepada pihak pemerintah daerah membuat pabrik untuk kulit gemor agar memudahkan pemasaran dan juga harapanya supaya bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Kulit gemor adalah salah satu hasil hutan non kayu yang dihasilkan dari hutan rawa gambut. Pohon gemor  tumbuh secara alami di hutan rawa gambut dengan kedalaman gambut mencapai 2.5 m. Kulit batang adalah bagian pohon gemor yang secara umum dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan antinyamuk, sedangkan bagian pohon lainnya seperti daun dan ranting tidak dimanfaatkan. Sebelum di jual kepada pengepul biasanya pohon gemor dikupas kemudian kulit gemor dijemur terlebih dahulu untuk mengeringkan lendir – lendirnya. Setelah melalui proses pengeringan, kulit gemor kemudian dikumpulkan dan dimasukan kedalam karung – karung. (ank)

Penulis : Amank ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Mengupas Rupiah dari Kulit Gemor ini dipublish oleh Amank pada hari Friday, 29 March 2013. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 7 komentar: di postingan Mengupas Rupiah dari Kulit Gemor
 

7 comments:

Umur Bukan Rintisan Angka, Tapi Ukiran Aksara....